PEMIMPIN YANG MEMBUKTIKAN KEJUJURAN RAKYAT
Oleh: Drs. H. Ahmad Yani
Kejujuran merupakan perkara yang amat penting untuk dimiliki oleh masyarakat. Banyak persoalan yang dengan cepat bisa diselesaikan bila kejujuran masih dimiliki. Sebagai seorang pemimpin, Ali bin Abi Thalib membuktikan hal itu.
Pada masa Umar bin Khattab menjadi khalifah, ada satu kasus yang menyulitkan Umar untuk bisa memecahkan atau menyelesaikan persoalan. Suatu ketika, dua orang ibu berselisih tentang kepemilikan anak, masing-masing mengklaim bahwa anak itu adalah anaknya.
Karena Khalifah Umar tidak mampu menyelesaikan masalah ini, beliau meminta bantuan Ali untuk memberi jalan keluar. Oleh Ali, kedua orang ibu itu dikumpulkan dan diberikan pengertian sampai hal-hal yang menakutkan bila mengambil hak orang lain. Kendati demikian, tetap saja keduanya berselisih, padahal tidak mungkin seorang anak memiliki dua ibu yang berbeda.
Karena mereka tetap pada pendirian masing-masing, maka Ali meminta disediakan gergaji oleh pembantu Khalifah Umar.
"Untuk apa gergaji itu," tanya keduanya.
"Aku akan membelah anak ini menjadi dua. Bila kalian tetap mengklaim memiliki anak ini, maka masing-masing kalian akan mendapat separuhnya," jawab Ali, tegas.
Wanita yang satu diam saja, sedangkan yang satunya lagi malah berkata, "Ya Allah, Ya Allah, wahai Abul Hasan, jika tidak ada jalan keluar yang lain, daripada engkau akan membelahnya biarkanlah ia akan mendapatkan anak ini."
Mendengar pernyataan itu, Ali menyatakan, "Allahu Akbar, jika demikian, sebenarnya ini adalah anakmu, bukan anaknya. Sebab, jika ini anaknya, ia akan menaruh iba atau kasihan kepada sang anak saat aku memotongnya. Juga ia akan begitu gelisah bila aku akan betul-betul membelahnya."
Dengan cara itu, wanita yang satu akhirnya mengakui bahwa anak itu memang bukan anaknya. Umar akhirnya merasa lega dengan jalan keluar yang dilakukan Ali sehingga masalah yang rumit bagi Umar itu pun bisa dipecahkan dengan cepat dan mudah.
Dari kisah di atas, pelajaran yang dapat kita ambil adalah:
1. Begitu penting kejujuran, sehingga setiap orang wajib berlaku jujur.
2. Pemimpin tidak hanya berlaku jujur, tapi harus membangun budaya jujur dalam masyarakat dan menghormati orang yang jujur.
