PEMIMPIN YANG MEMPERHATIKAN ORANG KECIL
Suatu ketika, utusan Khalifah Umar bin Abd. Aziz menerima kiriman surat untuk disampaikan kepada Khalifah dari seorang wanita yang bernama Fartunah As Saudah. Fartunah adalah seorang pelayan dari keluarga Asbah. Surat itu berisi keluhan tentang kebunnya yang kecil dimasuki oleh seseorang sehingga ayam yang dimilikinya dicuri orang itu.
Setelah membaca surat itu, Umar segera menulis surat balasan yang isinya memberi jaminan bahwa masalahnya akan segera diurus oleh staf khalifah yang berada di daerah itu. Di samping itu, Khalifah juga berkirim surat kepada Ayub bin Syurahbil, salah seorang pegawainya yang ditugaskan di Mesir dan sekitarnya, untuk mengurus masalah Fartunah as Saudah.
Ayub bin Syurahbil segera melaksanakan tugas setelah menerima surat tersebut. Dengan kudanya yang berlari kencang, ia sampai di Giza lalu bertanya kepada orang yang ditemuinya ihwal alamat Fartunah. Setelah berhasil menemukan alamatnya, ternyata didapati Fartunah adalah seorang wanita miskin yang memang harus ditolong. Kepada Fartunah, ia menyampaikan pesan dan tugas dari Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang harus dilaksanakannya.
Dengan senang hati, Fartunah mempersilahkan kepada Ayub bin Syurahbil untuk melaksanakan tugas yang diperintah oleh Khalifah. Untuk itu, kebun yang tidak begitu luas milik Fartunah tersebut kemudian diberi pagar di sekelilingnya sehingga ayam yang diternakkannya menjadi aman dari usaha pencurian.
Begitulah salah satu perhatian Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang sedemikian besar kepada orang-orang kecil sehingga mereka boleh merasakan kebahagiaan dalam hidup ini.
Dari kisah di atas, pelajaran yang dapat kita ambil adalah:
1. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, ada persoalan besar dan kecil yang harus diatasi oleh seorang pemimpin.
2. Bila masalah kecil saja tidak bisa diatasi, bagai-mana masalah besar?. Dalam kehidupan masyarakat kita dua masalah ini seringkali tidak selesai-selesai karena pemimpin asyik saja dengan diri dan kelompoknya. Orang kecil baru mendapat perhatian sekadarnya pada saat Pilihan Raya.
Oleh: Drs. H. Ahmad Yani
