PEMIMPIN YANG SUKA KRITIK (1)
Oleh: Drs. H. Ahmad Yani
Bagi seorang pemimpin, memiliki rakyat yang kritis merupakan sesuatu yang amat diperlukan. Dengan demikian, bila ia melakukan kekeliruan, akan ada orang yang mengingatkannya.
Suatu ketika, Muawiyah bin Abu Sofyan mengatakan dalam sebuah khutbah Jumaat: "Harta ini adalah harta kita. Pajak ini adalah pajak kita. Siapa pun di antara kita yang menghendaki dapat mengeluarkannya, dan siapa pun di antara kita yang menghendaki dapat menahannya."
Setelah mengucapkan hal itu, tidak ada satu pun orang yang memprotesnya, padahal sebenarnya ucapan itu harus dikritisi. Maka, pada Jumaat berikutnya sampai yang ketiga, Muawiyah mengatakan hal itu lagi.
Sesudah khutbahnya selesai, ada seorang jamaah yang berdiri dan menyatakan, "Sama sekali tidak demikian, harta ini adalah harta kita. Pajak ini adalah pajak kita. Barangsiapa yang menghalang-halangi antara kami dan harta itu, maka kami akan menghukuminya kepada Allah dengan pedang kami."
Sesudah turun dari mimbar, ia meminta orang itu untuk menghadapnya di istana. Banyak orang yang berbisik, "Binasalah orang itu."
Orang itu pun masuk ke istana. Ketika orang-orang kemudian melihatnya, ternyata ia sedang asyik berbicara dan bercengkrama dengan Khalifah Muawiyah. la berkata, "Orang ini telah membuatku malu, sebagaimana Allah telah membuatnya malu. Aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda, 'Akan muncul para pemimpin sesudahku yang berkata dan tidak seorang pun yang berani menentangnya.
Mereka berlompatan ke dalam neraka, sebagaimana kera yang berlompatan. Pada Jumaat yang pertama aku telah berpidato, namun tak seorang pun yang menentangku. Aku takut termasuk di antara mereka. Aku berpidato lagi pada Jumaat yang kedua dan tak seorang pun yang menentangku. Aku berkata dalam hati, 'Tentu aku termasuk orang yang seperti itu. Pada Jumaaat ketiga, aku berpidato lagi dan orang ini berdiri untuk menentangku sehingga ia telah membuatku malu, sebagaimana Allah telah membuatnya malu."
Itulah salah satu contoh bagaimana seorang pemimpin yang menyenangi kritik atas dirinya.
Dari kisah di atas, pelajaran yang dapat kita ambil adalah:
1. Kekeliruan seorang pemimpin akan terus berulang ketika tidak ada orang yang mengkritisinya.
2. Kritik kepada siapapun apalagi kepada pemimpin harus disampaikan dengan bahasa yang jelas dan argumentasi yang kuat agar mudah diterima.
