MENGENAL SITT AL-MULK (DINASTI FATIMIYAH) 

Perempuan dalam Khazanah Islam Abad Pertengahan (I)

Catatan peradaban Islam abad pertengahan selalu menarik untuk dikaji, masa yang diakui sebagai penaklukan dan kejayaan Islam membentang dari Afrika Utara hingga Hindukush India. Selain itu, Islam menjadi pusat intelektual, peletak dasar ilmu pengetahuan bidang sains, filsafat, dan kedokteran.

Historiografi di balik kejayaan peradaban ini tidak lepas dari kehadiran pemimpin revolusioner, memadukan kemajuan spiritualitas dan idealisme. Ilmu kalam dan sains berhasil menempatkan dirinya dalam lembaran tinta emas peradaban dunia yang tidak akan pernah pudar.

Akan tetapi, sumber-sumber sejarah tentang peran perempuan belum digali secara mendalam atau kurang mendapat perhatian. Kisah-kisah perjuangan mereka tertulis dalam bab terakhir sumber-sumber sejarah.

Padahal, kisah perjuangan dan kepemimpinan mereka penting untuk diamati dan dikaji, sebagai pembelajaran (ibrah) bagi generasi berikutnya, serta studi komparatif sejauhmana “peran perempuan” dalam khazanah kesejarahan Islam.

Salah satu kisah tentang kedudukan dan peran perempuan diabadikan dalam sejarah gemilang Daulah Fatimiyah, kekaisaran yang berkuasa selama lebih dari satu abad (909-1171). Di bawah otoritas para imam, Mesir menikmati masa kemakmuran ekonomi, stabilitas politik, serta administrasi tata kota pemerintahan yang baik.

Nasiri Kusraw mendeskripsikan tentang kondisi kehidupan abad kesebelas dalam naungan kerajaan terutama masyarakat yang tinggal dibagian utama ibukota; Fustat, Qarafa, dan Kairo.

“Di antara tempat ini, terkenal dua istana dengan arsitektur menakjubkan, Qasr al-Dzahab (istana emas) nan megah dan Qasr al-Bahr (istana sungai) yang dirancang astrolog kerajaan dengan mengikuti arah bintang-bintang. Arsitektur ini adalah maskot kerajaan yang tidak ditemukan di tempat lain.”

“Pasar lampu di dekat masjid Amr bin Ash, Fustat terbuat dengan kualitas terbaik tidak ada bandingannya di tempat manapun. Hampir dua ratus gudang menjual karya seni dari seluruh belahan dunia, termasuk artefak bertatahkan, batu kristal, tembikar halus, gading gajah dan segala macam buah dan sayuran serta madu dan gula ada di tempat ini.”

Di luar ibukota Fatimiyah, lanskap sosial mencerminkan keragaman agama penduduknya. Gereja, Sinagog dan tempat-tempat suci dilindungi secara hukum. Toleransi terjalin dengan baik, hidup berdampingan dan saling menghormati.

Di balik kesuksesan itu, terdapat seorang ratu bernama Sitt al-Mulk. Lahir di lingkungan gemerlap kekaisaran Ubaidillah, namanya masyhur di kalangan masyarakat Arab karena kecerdasannya dalam mengatur pemerintahan.

Dibesarkan dengan baik oleh sang ayah khalifah al-‘Aziz, menjadikannya sebagai pribadi unggul dan cerdas, terutama kemampuannya yang luar biasa dalam bidang hukum. Dan dicintai oleh masyarakat hingga atas nama khalifah ketiga, al-Dzahir mengangkatnya sebagai khalifah, menjalankan roda kekuasaan selama empat tahun antara 1020-1024 M.

Dalam buku Fatima Mernissi The Forgotten Queens of Islam, Sitt al-Mulk adalah salah satu putri khalifah yang paling cantik. Menggunakan wewangian langka dan perhiasan permata paling berharga ditambah tunik sutra, linen dan brokat terbaik kerajaan membuatnya terlihat makin mempesona.

Sikap toleran, dermawan dan pemberani adalah karakteristik pribadi Sitt al-Mulk. Keberhasilannya dalam menjaga stabilitas negara tidak lain karena sikap toleransi antara umat beragama karena potret Mesir pada saat itu sangat beragam.

Sikap toleransi Sitt al-Mulk tercermin dari sikap hormat terhadap Kristen dan Yahudi. Bahkan, ia berhasil menyelesaikan perseteruan pamannya Arsenius dan Aristes dan memberikan mereka jabatan tinggi dalam kerajaan. Sikap dermawan dan pemberani Sitt al-Mulk sama dengan sifat sang ayah yang membawa kekaisaran Fatimiyah makin maju.

Rasa hormat Sitt al-Mulk kepada komunitas Yahudi dan Kristen tidak lain karena dua hal. Pertama, ibu Sitt al-Mulk berasal dari Kristen Jarya asal Byzantium yang secara tidak langsung mempengaruhi praktik politik pemerintahannya.

Kedua, nilai toleransi dan kedermawanan modal utama, tidak hanya bagi Yahudi dan Kristen, tapi aliran lain. Ia merangkul semua elemen masyarakat dengan cara membangun lembaga pendidikan dan melibatkan mereka dalam struktur pemerintahan.

“Pemimpin besar adalah pemimpin yang toleran dan dermawan. Sebaliknya, pemimpin yang gagal adalah yang menumpahkan darah.” Ungkapan Ibnu Kallikan, refleksi dari kepemimpinan khalifah al-‘Aziz dan Sitt al-Mulk yang tegas, toleran, dermawan dan berbudi luhur.

Peran Sitt al-Mulk paling dominan adalah menjaga stabilitas politik. Pada musim Semi 13 Februari 1021, Mesir dalam kondisi genting karena patron kekuatan istana mulai goyah ketika menyebar berita hilangnya imam al-Hakim saudara Sitt al-Mulk.

Desas-desus seputar kematian al-Hakim yang menyebar dalam masyarakat menyatakan  bahwa sang “khalifah” meninggal disebabkan pembunuhan berencana kalangan istana. Sedangkan lainnya percaya imam al-Hakim mati di medan perang.

Akan tetapi, mayoritas masyarakat Mesir mulai meyakini al-Hakim dibunuh. Hal ini dikisahkan oleh Ibnu al-Athir, “hilangnya al-Hakim Ibnu Amrillah terjadi pada saat melakukan inspeksi malam seperti yang biasa dilakukan, dia berjalan ke timur Hilwan dan didampingi oleh dua pengawal, kemudian hilang tanpa jejak.”

Tiga bulan kemudian, sebuah tim investigasi yang dipimpin Mudaffar Saqlabi menemukan keledai tunggangan al-Hakim yang luka.

Dalam keadaan seperti ini, kehadiran Sitt al-Mulk di istana semakin meyakinkan. Berusaha menjaga kondisi Mesir tetap kondusif dan menghindari kekacauan. 

Selama lima hari berikutnya, Sitt al-Mulk mengirim tentara menyisir perbukitan Kairo dan mencegah kemungkinan elite oposisi campur tangan dan mengganggu stabilitas politik. Selama empat tahun kekuasaannya, Sitt al-Mulk melakukan transformasi dalam kerajaan mulai dari tata kota, lembaga pendidikan, hingga memperkuat elemen militer.

Sumber: Qureta.com

  1. Comments (0)

  2. Add yours
There are no comments posted here yet

Leave your comments

  1. Posting comment as a guest. Sign up or login to your account.
Attachments (0 / 3)
Share Your Location

title 01

  • 2 Silaturrahim
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 1.0
  • 2.0
  • 3.0
  • 4.0
  • 5.0
  • 6.0

Subscribe

Dhomir TV


vid

Facebook

Dhomir


Baca topik

Terkini


Aktiviti

Dhomir


IMG-20220429-WA0022
IMG-20220429-WA0013
IMG-20220429-WA0014
IMG-20220429-WA0015
IMG-20220429-WA0016
IMG-20220429-WA0017
IMG-20220429-WA0018
IMG-20220429-WA0019
IMG-20220429-WA0020
IMG-20220429-WA0021
IMG-20220429-WA0010
IMG-20220429-WA0023
IMG-20220429-WA0024
IMG-20220429-WA0012
IMG-20220429-WA0011
IMG 20210602 085142
IMG 20210605 174636
IMG 20210605 181937
IMG 20210606 104939
IMG 20210606 105238
IMG 20210606 105529
IMG 20210606 111355
IMG 20210606 112729
IMG 20210607 084409
IMG 20210607 084823
IMG 20210608 101105
IMG 20210608 102528
IMG 20210608 110816
IMG 20210608 111235
IMG 20210612 185158
IMG 20210612 190017
IMG 20210626 123909
IMG 20210720 094416
IMG 20210720 095549
IMG-20200609-WA0026
IMG-20210211-WA0019
IMG-20210504-WA0042
IMG-20210605-WA0028
IMG-20210605-WA0030
IMG-20210605-WA0032
IMG-20210605-WA0033
IMG-20210610-WA0040
IMG-20210719-WA0028
IMG-20210719-WA0031
TEMPAT NYAMAN TAMAN BACAAN MASA DEPAN ANDA-JOM KITA MENULIS!!! dhomir.com ingin mengajak dan memberi ruang kepada para penulis khususnya penulisan yang berkaitan dgn agama Islam secara mendalam dan sistematik.Jika anda ingin mencurahkan isi hati mahupun pandangan secara peribadi dhomir.com adalah tempat yang paling sesuai utk melontarkan idea. Dengan platform yang sederhana, siapa sahaja boleh menulis, memberi respon berkaitan isu-isu semasa dan berinteraksi secara mudah.Anda boleh terus menghantar sebarang artikel kepada alamat email:dhomir2021@gmail.com.Sebarang pertanyaan berkaitan perkara diatas boleh di hubungi no tel-019-3222177-Editor dhomir. com