MANUSIA TOXIC DAN NPD

Oleh : Samsul Nizar  

Istilah "toxic" menunjuk sifat manusia yang secara konsisten berperilaku negatif, merugikan atau merusak emosional, dan kehadirannya membuat rasa tidak nyaman. Perilakunya cenderung "aneh".

Tujuannya untuk memperoleh simpatik, apresiasi, dan pujian dari lingkungannya. Dalam psiko-logi, manusia bersifat toxic cenderung narsis (narsisme). Sifat ini menghantarkannya hanya peduli dan kagum terhadap diri sendiri. Sikapnya terindikasi dengan ego yang tinggi, arogan, dan merasa paling benar.

Bila dalam batas wajar, sikap ini bisa membangun rasa percaya atau citra diri. Namun, bila muncul berlebihan dan masif, maka perilaku ini menjadi "Narcissistic Personality Disorder" (NPD). Varian bentuk gangguan mental akut yang berbahaya. 

Ketika manusia toxic berwujud NPD, maka menjadikannya sosok yang sombong, lupa diri, licik, picik, ingin dikagumi atau dipuji, hilang empati pada sesama, dan munafik. Sifat ini menghantarkannya berkarakter ala "mesias" (sosok agung atau hebat), padahal sebatas "pahlawan kesiangan". 

Manusia bersifat toxic berbalut NPD begitu mudah diidentifikasi dan terlihat dalam kehidupan nyata, antara lain : 

Pertama, Manipulatif ; sering memutarbalikkan fakta (fitnah) atau membuat lawan pada posisi atau merasa selalu bersalah (gaslighting). Semua dilakukan agar terlihat dirinya hebat, suci, mulia, dan mumpuni. Melalui kepiawaian manipulatif yang dimainkan, terbangun penilaian posi-tif atas dirinya padahal penuh kemunafikan.

Kedua, Egois dan kurang empati ; sosoknya hanya peduli pada diri dan penjilat dengan mengabaikan perasaan orang lain. Kata dan perilakunya tak terkontrol. Hanya peduli pada rasa dan keinginannya. Semua aturan tegak dan tajam untuk orang lain, tapi "roboh dan tumpul" untuk diri dan pengikutnya. Padahal, Allah begitu tegas mengingatkan melalui QS. an-Nisa' : 135.

Ketiga, Berharap validasi ; berbagai bentuk "keanehan sikap atau kata" merupakan bentuk gejolak emosional yang menunjukan keinginan untuk "diakui" (didengarkan, dipuji, dan diapresiasi). Kata sanjungan sekedar "cari muka" tanpa secuil kerja nyata.

Pengharap validasi terlihat ketika dalam wujud interaksinya. Ketika berkomunikasi lisan acapkali suka memotong pembicaraan. Sedangkan ketika berkomunikasi di media sosial terlihat kebiasaannya tak mau menghargai pembicara sebelumnya. Memotong komunikasi dengan mengunggah konten "recehan" yang tak berhubungan dengan isu yang sedang dimuat. Tujuannya hanya untuk mempublikasikan diri, meraih simpatik "komunitas sejenis", dan merusak interaksi yang tak disenangi. Sosok yang demikian patut diwaspadai mentalnya. 

Keempat, Suka menjatuhkan (meremehkan) lawan dengan kritik destruktif dan sinis ; senang mengkritik secara berlebihan, meremehkan pencapaian lawan meski "menggunung" dan memuliakan capaian diri atau kawan yang sedebu dengan berbagai "bumbu" gosip murahan. Manusia toxic memilih objek isu yang digosipkan pada manusia berkualitas rendah. Ia sadar bila gosip dan fitnah yang disebarkan hanya bisa diterima komunitas yang sederjat dengannya. Untuk memperkuat kualitas gosipnya, berbagai bantuan, janji, pujian, dan "oleh-oleh" disuguhkan. Semua dilakukan untuk menunjukan kebaikannya. Padahal, semua yang dilakukan bersifat sementara (semu) sekedar untuk menarik simpatik. Ketika tujuannya tercapai, ia bisa berbalik arah sesuai kondisi dan situasi seakan sosok yang suci. 

Kelima, Pintar bermain drama (manipulasi) dan "bermuka seribu". Upaya menciptakan konflik baru atau membesar-besarkan masalah sepele sehingga lingkungan sekitar menjadi tidak nyaman dan tak harmonis. Untuk itu, Allah telah mengingatkan melalui firman-Nya : "Wahai orang-orang yang beriman !. Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan) yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu" (QS. al-Hujurat : 6). 

Imam al-Qurthubi menjelaskan ayat di atas menekankan agar tabayyun (memeriksa kebenaran) saat menerima informasi dari orang fasik. Tujuannya agar mampu men-cegah penyesalan dan kezaliman akibat mempercayai berita bohong yang disebarkan manusia berkarakter toxic dan NPD. Namun, manusia berkualitas rendah lebih percaya tanpa usul periksa.

Keenam, Tidak konsisten (munafik) ; ucapan dan perbuatannya sering berubah-ubah sehingga sulit dipercaya. Meski nyata kerusakan dan kezaliman yang dilakukan, tapi acapkali berkilah sebagai bentuk kebaikan. Manusia yang demikian telah dinyatakan Allah melalui firman-Nya : "Dan apabila dikatakan kepada mereka, 'Janganlah berbuat kerusakan di bumi!' Mereka menjawab, 'Sesungguhnya kami hanyalah orang-orang yang melakukan perbaikan" (QS. al-Baqarah : 11).

Alasan yang sering dilakukan, padahal begitu jelas telah disindir oleh Allah. Mungkin manusia tak lagi mempertahankan kemanusiaannya. Sebab, manusia toxic (perusak komunikasi) dan NPD (gangguan jiwa klinis) sulit diperbaiki atau disembuhkan. Secara teori, munculnya gangguan kejiwaan toxic dan NPD terindikasi persoalan yang kompleks antara faktor biologis, psikologis, dan sosio-kultural. 

Ada beberapa faktor penyebab muncul sifat toxic dan NPD, antara lain : (1) pola asuh dilingkungan keluarga yang tidak harmonis. (2) trauma masa kecil atau kurang kasih sayang. (3) gangguan genetik dan neurobiologi. (4) stres, konflik batin, dan keluarga yang tidak harmonis. (5) penyalahgunaan dan kecanduan narkoba. 

Kesemuanya acapkali berkelindan dan sulit untuk dipisahkan. Manusia bersifat toxic dan NPD selalu mencari "sensasi". Semakin dipuji atau dikritik semakin menggebu kesombongan dan perilaku menyimpang dilakukannya. Untuk itu, hindari berinteraksi dengan manusia yang demikian. Jalan bijak harus ditempuh agar memutus "perkembang biakannya" adalah jangan pernah mau merespon atau acuh (abaikan) semua kata dan perilakunya. Anggap saja eksistensinya tak pernah ada dan tak perlu ada. Sikap ini akan mampu meminimalkan akses negatif yang ditimbulkannya. Langkah ini disebutkan Allah melalui firman-Nya : "Dan bersabarlah (Muhammad) terhadap apa yang mereka katakan dan tinggalkanlah mereka dengan cara yang baik. Dan biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap orang-orang yang mendustakan itu, yang memiliki segala kenikmatan hidup, dan berilah mereka penangguhan waktu sebentar" (QS. Muzammil : 10-11).

Menurut Ibn Katsir, ayat di atas berisi pedoman bagi manusia beriman ketika menghadapi kaum kafir dan fasik. Caranya agar menghindari perdebatan dan menyerahkan semua yang dituduhkan kepada Allah SWT. Sebab, hanya Allah sebaik-baik pemberi hukuman (QS. at-Tin : 8).

Dalam Islam, perilaku sifat toxic dan NPD berkaitan erat dengan penyakit hati, yaitu :

(1) 'Ujub (bangga diri). Hal ini diingatkan dalam firman-Nya : “Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia (Allah) paling mengetahui tentang siapa yang bertakwa” (QS. an-Najm : 32).

Dalam tafsirnya, Imam al-Qurthubi menjelaskan bahwa ayat di atas turun sebagai pedoman agar manusia selalu menjaga kerendahan hati dalam beramal. Sebab, amal yang berkualitas memadam api riya' dan menghidupkan dimensi penghambaan yang menghantarkan pada derajat ihsan.

(2) al-Kibr (sombong). Allah begitu benci terhadap manusia yang sombong. Allah berfirman : “Dan janganlah kamu memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri” (QS. Luqman : 18).

Menurut Ibn Katsir, ayat di atas begitu tegas melarang sifat sombong dan memandang remeh orang lain. Hal ini sesuai nasehat Luqman agar anak-anaknya selalu bersikap ramah, tawadhu' (rendah hati), dan memandang sama setiap hamba-Nya. Sebab, kemuliaan hamba hanya diukur pada taqwanya (QS. al-Hujurat : 13).

(3) Sum'ah (ingin didengar, dilihat, atau dipuji orang lain). Rasulullah ﷺ mengingatkan melalui sabdanya : "Barangsiapa yang beramal karena ingin didengar oleh orang lain (sum'ah), maka Allah akan memperdengarkan (aibnya) di hari kiamat. Dan barangsiapa yang beramal karena ingin dilihat oleh orang lain (riya'), maka Allah akan memperlihatkan (aibnya) di hari kiamat" (HR. Bukhari dan Muslim).

Sungguh, rangkaian interaksi manusia bersifat toxic dan NPD hanya mengedepan-kan ego ingin dihargai, dipuji, dan tak mau disalahkan. Anehnya, sosok ini acapkali mendapat ruang, respon, dan diterima oleh komunitas serupa. Demikian sunnatullah yang dijelaskan-Nya (QS. an-Nur : 26). Respon ini akan semakin menyuburkan tanaman racun bagi mental dirinya dan sulit untuk diperbaiki. Namun, ada pula respon atas ketidaktauan atas watak aslinya. Respon jenis ini memungkinkan ruang bagi kesadaran begitu mengetahui watak sebenarnya sosok yang "dipuja".

Manusia berkarakter toxic dan NPD tak pernah mau mengakui kesalahan diri, tapi berupaya mencari kesalahan orang lain. Sosoknya tampil sebagai "pengacara" bagi dirinya, tapi "hakim" terhadap orang lain. Ia berupaya menonjolkan kehebatan dan lupa diri atas kebaikan orang lain. Hanya berselindung dibelakang layar dan takut bila berhadapan. Sebab, ia sadar tak memiliki kemampuan dan keberanian yang bisa dibanggakan, kecuali mental toxic yang hanya berharap validasi. Sosok ini begitu berbahaya (masif) bila melekat pada pemilik pengaruh (intelektual dan sosial). Bila semangat hijrah tak mampu merubahnya, maka virus manusia toxic dan NPD akan menghancurkan bangunan peradaban. Wa Allahua'lam bi al-Shawwab.***

Prof Samsul Nizar adalah Guru Besar IAIN Datuk Laksemana Bengkalis

Sumber: jawapos.com

  1. Comments (0)

  2. Add yours
There are no comments posted here yet

Leave your comments

  1. Posting comment as a guest. Sign up or login to your account.
Attachments (0 / 3)
Share Your Location

title 01

  • 2 Silaturrahim
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 1.0
  • 2.0
  • 3.0
  • 4.0
  • 5.0
  • 6.0

Subscribe

Dhomir TV


vid

Facebook

Dhomir


Baca topik

Terkini


Aktiviti

Dhomir


IMG-20220429-WA0022
IMG-20220429-WA0013
IMG-20220429-WA0014
IMG-20220429-WA0015
IMG-20220429-WA0016
IMG-20220429-WA0017
IMG-20220429-WA0018
IMG-20220429-WA0019
IMG-20220429-WA0020
IMG-20220429-WA0021
IMG-20220429-WA0010
IMG-20220429-WA0023
IMG-20220429-WA0024
IMG-20220429-WA0012
IMG-20220429-WA0011
IMG 20210602 085142
IMG 20210605 174636
IMG 20210605 181937
IMG 20210606 104939
IMG 20210606 105238
IMG 20210606 105529
IMG 20210606 111355
IMG 20210606 112729
IMG 20210607 084409
IMG 20210607 084823
IMG 20210608 101105
IMG 20210608 102528
IMG 20210608 110816
IMG 20210608 111235
IMG 20210612 185158
IMG 20210612 190017
IMG 20210626 123909
IMG 20210720 094416
IMG 20210720 095549
IMG-20200609-WA0026
IMG-20210211-WA0019
IMG-20210504-WA0042
IMG-20210605-WA0028
IMG-20210605-WA0030
IMG-20210605-WA0032
IMG-20210605-WA0033
IMG-20210610-WA0040
IMG-20210719-WA0028
IMG-20210719-WA0031
TEMPAT NYAMAN TAMAN BACAAN MASA DEPAN ANDA-JOM KITA MENULIS!!! dhomir.com ingin mengajak dan memberi ruang kepada para penulis khususnya penulisan yang berkaitan dgn agama Islam secara mendalam dan sistematik.Jika anda ingin mencurahkan isi hati mahupun pandangan secara peribadi dhomir.com adalah tempat yang paling sesuai utk melontarkan idea. Dengan platform yang sederhana, siapa sahaja boleh menulis, memberi respon berkaitan isu-isu semasa dan berinteraksi secara mudah.Anda boleh terus menghantar sebarang artikel kepada alamat email:dhomir2021@gmail.com.Sebarang pertanyaan berkaitan perkara diatas boleh di hubungi no tel-019-3222177-Editor dhomir. com