TIGA GOLONGAN ORANG YANG DILAKNAT DALAM AL-QUR’AN

Oleh : Ustadz Wandi Bustami Lc MAg

PEMBAHASAN dalam Al-Qur’an yang menarik dikaji ialah golongan orang-orang yang dilaknat. Karena laknat merupakan bentuk kemurkaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas perbuatan yang dilarang. Secara bahasa laknat (العنة) bermakna terusir dan jauh dari rahmat. (Muhammad Al-Amin Al-Harari, Tafsir Hadâiqurrouhi war raihâni, 15/61). Sementara menurut istilah laknat ialah jauh dari rahmat, taufik, hidayah dan ampunan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Di samping itu, orang yang dilaknat mendapat hukuman dunia dan akhirat. Secara tegas Al-Qur’an menjelaskan terdapat tiga golongan orang yang dilaknat yaitu:

1.    Orang Kafir

Secara bahasa kafir bermakna tertutup atau menolak, sedangkan menurut istilah ialah sebuah sikap menentang dan menantang kebenaran syariat yang diturunkan kepada manusia melalui para nabi dan rasul. Penolakan tersebut bukan sebatas lisan, tetapi diiringi dengan perbuatan. Pada periode Makkah misalnya, pentolan qurays seperti Abu Jahal, Abu Lahab, Umayyah bin Khalaf dan petinggi lainnya secara lantang menolak ajaran seruan Rasulullah saw. Penolakan itu disebabkan misi dakwah Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bertentangan dengan keyakinan penduduk Makkah secara khusus, dan Jazirah Arab secara umum. Akibat perbuatan yang telah melampaui batas tersebut, Allah swt melaknat atas apa yang mereka lakukan.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَعَنَ الْكَافِرِينَ وَأَعَدَّ لَهُمْ سَعِيرًا

Sesungguhnya Allah melaknat orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala. (QS. Al-Ahzab: 6)

Secara tegas ayat di atas menunjukkan bahwa Allah swt melaknat orang-orang kafir dan menjauhkan mereka dari rahmat serta di akhirat disediakan azab yang pedih dan api yang menyala. (Muhammad Ali As-Shobûni, Shafwatuttâfâsîr, 2/538). Ini merupakan peringatan keras bagi manusia agar senantiasa menjaga keimanan, tidak berpaling dari kebenaran, dan tetap berada di jalan yang diridhai Allah Subhanahu Wa Ta’ala, karena hanya dengan iman dan ketakwaan seseorang dapat memperoleh rahmat, ampunan, dan keselamatan di dunia maupun akhirat.


2.Orang Zalim

Secara bahasa zalim (الظلم) bermakna meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya. (As-Syanqithi, Al-Azbu Al-Munîr fi majâlisi as-Syinqithi fi tafsîr, 2/ 658). Sedangkan menurut istilah zalim adalah segala bentuk perbuatan yang melampaui batas, atau juga bisa dipahami sebagai sebuah sikap yang tidak menempatkan sesuatu pada tempatnya. Orang zalim biasanya selalu menyelisihi aturan yang telah ditetapkan Islam. Perbuatan ini termasuk sesuatu yang dibenci sebab tidak mentaati perintah-perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Maka oleh karenanya, Allah Subhanahu Wa Ta’ala melaknat perbuatan orang-orang zalim.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

﴿أَلَا لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الظَّالِمِينَ﴾

Ketahuilah, laknat Allah atas orang-orang yang zalim. (QS. Hūd: 18)

Kalimat “Ketahuilah, laknat Allah atas orang-orang yang zalim” merupakan peringatan keras bahwa kezaliman adalah perbuatan yang sangat dibenci oleh Allah Swt. Orang yang zalim akan dijauhkan dari rahmat dan pertolongan-Nya karena mereka merusak hak, menindas sesama dan melampaui batas yang telah ditetapkan. Oleh sebab itu, setiap muslim diperintahkan untuk berlaku adil, menjaga amanah dan menjauhi segala bentuk kezaliman, baik terhadap Allah, terhadap orang lain maupun terhadap diri sendiri.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

﴿أُولَٰئِكَ يَلْعَنُهُمُ اللَّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللَّاعِنُونَ﴾

Mereka itu dilaknat Allah dan dilaknat pula oleh semua makhluk yang dapat melaknat. (QS. Al-Baqarah: 159)
Perbuatan buruk yang mereka lakukan tidak hanya dilaknat Allah swt, tetapi juga mendapat laknat dari seluruh makhluk, yaitu mereka mendoakan agar orang-orang zalim jauh dari kebaikan dan rahmat Allah swt.

 

3.Orang Munafik

Secara bahasa, munafik berasal dari kata Arab (an-nifâq) yang berarti menyembunyikan sesuatu atau menampakkan sesuatu yang berbeda dengan apa yang ada di dalam hati. Kata ini diambil dari istilah nāfiqā’, yaitu lubang persembunyian hewan yang memiliki dua pintu untuk keluar masuk secara diam-diam. Dari makna tersebut, munafik dipahami sebagai sikap berpura-pura dan tidak konsisten antara lahiriah dan batiniah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

﴿وَعَدَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ هِيَ حَسْبُهُمْ ۚ وَلَعَنَهُمُ اللَّهُ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُقِيمٌ﴾
Allah menjanjikan kepada orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah melaknat mereka, dan bagi mereka azab yang kekal.  (QS. At-Taubah: 68)

Laknat Allah bagi orang munafik menunjukkan kemunafikan termasuk dosa besar, karena mudarat yang ditimbulkan lebih besar dan bahkan lebih berbahaya dari orang kafir di satu sisi berpihak dengan orang mukmin dan sisi lain menjadi pengkhianat.

Jadi, oleh karena itu, kelas di akhirat mereka akan bersama orang kafir di neraka Jahannam.
Laknat Allah Subhanahu Wa Ta’ala merupakan bentuk kemurkaan dan dijauhkannya seseorang dari rahmat, hidayah, taufik serta ampunan-Nya.

Adapun orang dilaknat ialah orang kafir, orang zalim dan orang munafik. Orang kafir dilaknat karena menolak kebenaran dan berpaling dari ajaran Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Orang zalim dilaknat karena melampaui batas, merusak hak dan tidak berlaku adil. Sedangkan orang munafik dilaknat karena sikap dusta dan pengkhianatan mereka, yakni menampakkan keimanan tetapi menyembunyikan kekafiran di dalam hati.***

Sumber: kiblatriau.com

  1. Comments (0)

  2. Add yours
There are no comments posted here yet

Leave your comments

  1. Posting comment as a guest. Sign up or login to your account.
Attachments (0 / 3)
Share Your Location

title 01

  • 2 Silaturrahim
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 1.0
  • 2.0
  • 3.0
  • 4.0
  • 5.0
  • 6.0

Subscribe

Dhomir TV


vid

Facebook

Dhomir


Baca topik

Terkini


Aktiviti

Dhomir


IMG-20220429-WA0022
IMG-20220429-WA0013
IMG-20220429-WA0014
IMG-20220429-WA0015
IMG-20220429-WA0016
IMG-20220429-WA0017
IMG-20220429-WA0018
IMG-20220429-WA0019
IMG-20220429-WA0020
IMG-20220429-WA0021
IMG-20220429-WA0010
IMG-20220429-WA0023
IMG-20220429-WA0024
IMG-20220429-WA0012
IMG-20220429-WA0011
IMG 20210602 085142
IMG 20210605 174636
IMG 20210605 181937
IMG 20210606 104939
IMG 20210606 105238
IMG 20210606 105529
IMG 20210606 111355
IMG 20210606 112729
IMG 20210607 084409
IMG 20210607 084823
IMG 20210608 101105
IMG 20210608 102528
IMG 20210608 110816
IMG 20210608 111235
IMG 20210612 185158
IMG 20210612 190017
IMG 20210626 123909
IMG 20210720 094416
IMG 20210720 095549
IMG-20200609-WA0026
IMG-20210211-WA0019
IMG-20210504-WA0042
IMG-20210605-WA0028
IMG-20210605-WA0030
IMG-20210605-WA0032
IMG-20210605-WA0033
IMG-20210610-WA0040
IMG-20210719-WA0028
IMG-20210719-WA0031
TEMPAT NYAMAN TAMAN BACAAN MASA DEPAN ANDA-JOM KITA MENULIS!!! dhomir.com ingin mengajak dan memberi ruang kepada para penulis khususnya penulisan yang berkaitan dgn agama Islam secara mendalam dan sistematik.Jika anda ingin mencurahkan isi hati mahupun pandangan secara peribadi dhomir.com adalah tempat yang paling sesuai utk melontarkan idea. Dengan platform yang sederhana, siapa sahaja boleh menulis, memberi respon berkaitan isu-isu semasa dan berinteraksi secara mudah.Anda boleh terus menghantar sebarang artikel kepada alamat email:dhomir2021@gmail.com.Sebarang pertanyaan berkaitan perkara diatas boleh di hubungi no tel-019-3222177-Editor dhomir. com