FITNAH AKHIR ZAMAN:KITA MENGHAMPIRI KIAMAT???
Begitu mendengar kata akhir zaman, biasanya seorang Muslim akan langsung teringat akan hari kiamat. Hari kiamat merupakan saat di mana Allah SWT mendatangkan kehancuran total atas dunia yang fana ini.
Namun sebelum menghadapi kehancuran total, umat manusia akan diuji oleh Allah SWT dengan berbagai cobaan terlebih dahulu. Salah satunya adalah mengadapi berbagai macam fitnah akhir zaman.
Sebagaimana disampaikan oleh Nabi Muhamad SAW bahwa sesungguhnya salah satu di antara tanda-tanda kiamat adalah munculnya berbagai fitnah besar hingga bercampur aduknya antara kebenaran dengan kebatilan. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah bersabda:
“Akan datang tahun-tahun penuh kedustaan yang menimpa manusia, pendusta dipercaya, orang jujur didustakan, pengkhianatan terhadap amanah yang diberi, orang yang jujur dikhianati, dan ruwaibidhah ikut berkomentar. Lalu ditanya, apa itu ruwaibidhah? Beliau menjawab: orang-orang bodoh yang mengurusi urusan perkara umum.” (HR. Abu Hurairah).
Dalam hadis yang lain nabi saw bersabda yang bermaksud:
Dari Abu Musa Al-Asyari bahawa Rasulullah saw bersabda yang bermaksud;”Sesungguhnya menjelang datangnya kiamat nanti akan muncul banyak fitnah saperti lapisan-lapsan malam yang gelap.Dipagi hari seseorang beriman namun diwaktu petang harinya dia berubah menjadi kafir atau diwaktu petang hari beriman sementara dipagi harinya menjadi kafir.Orang yg duduk pada hari itu lebih baik berdiri,yang berdiri lebih baik daripada berjalan dan yang berjalan lebih baik daripada berlari”(Hadis riwayat abu Daud)
Diantara sebab-sebab terjadi berbagai fitnah ini antaranya:
Adapun mengenai tempat tempat terjadinya fitnah-fitnah besar secara umum seluruh negeri Islam adalah tempat terjadinya fitnah-fitnah besar.Ia datang silih berganti seiring dengan berlalunya masa.
Ibnu Katsir dalam buku Dahsyatnya Hari Kiamat: Rujukan Lengkap Hari Kiamat dan Tanda-Tandanya berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah menjelaskan ada beberapa fitnah yang akan terjadi di akhir zaman, antara lain sebagai berikut:
Akan terjadi kerusakan di berbagai belahan dunia karena banyak dari mereka yang masih hidup iri dengan orang yang sudah meninggal. Sebagaimana dijelaskan dalam riwayat Imam Al Bukhari dari Al-A'raj dari Abu Hurairah bahwa sesungguhnya ia pernah mendengar Rasulullah bersabda:
"Kiamat tidak akan teriadi sampai seorang lelaki melewati kuburan seseorang lalu berkata: 'Aduhai, andaikan aku berada di tempatnya.” (HR. Bukhari).
Sebelum kiamat, manusia akan kembali ke zaman Jahiliyah, yaitu menyembah berhala. Hal ini sesuai dengan riwayat Imam Bukhari bahwasannya beliau berkata:
"Abu al-Yaman mengabarkan kepada kami, Syu'aib menuturkan kepada kami dari az-Zuhri, Said bin Musayyab menceritakan kepadaku bahwa Abu Hurairah berkata: 'Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda: 'Kiamat tidak akan terjadi sampai pingsul oanita kabilah Daus berlengsak-lengsak di atas Dzi al-Khalashar. Dzi al-Khalashal adalah thighiyah (berhala) Daus yang mereka sembah pada masa jahiliyah." (HR. Bukhari).
Fitnah yang akan terjadi saat akhir zaman adalah adanya kekayaan yang melimpah dari Tanah Arab hingga menimbulkan perpecahan, perselisihan, dan pembunuhan antarsesama Muslim. Dari Abdullah bin Harits bin Naufal bahwa Ubay bin Ka'ab berkata:
"Orang-orang senantiasa berselisih dalam mencari harta. Sesungguhnya, aku pernah mendengar Rasulullah bersabda: Hampir saja Sungai Eufrat memperlihatkan gunung emas. Ketika manusia mendengarnya, mereka berlarian ke arahnya.’
Lantas seseorang yang berada di sisi beliau berkata: “Andaikan kita membiarkan manusia mengambilnya, niscaya semuanya akan mengambilnya. Beliau bersabda: Mereka saling bunuh deni emas itu sehingga setiap seratus orang, terbunuh 99’.” (HR. Muslim).
4-Fitnah paling besar diakhir zaman ialah luputnya ilmu dimuka bumi.Manusia diakhir zaman walaupun memiliki teknologi yg canggih namun kehilangan al-ilm yg memisahkan antara yg haq dan bathil
Disebabkan begitu berbahayanya permasalahan fitnah dan begitu burok akibat yang ditimbulkannya terhadap manusia baik didunia atau akhirat sehingga banyak nash-nash syarie yang menerangkan hakikat fitnah serta cara terbaik agar dapat selamat darinya.Diantaranya:
Rasulullah SAW mengingatkan kepada seluruh umat manusia, apabila telah terjadi fitnah akhir zaman mereka harus bergabung dengan jama’atul Muslimin.
5.Bersabar saat menghadapi fitnah.Dalam kitabnya yang berjudul Ighatsatul Lahfan, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah menjelaskan tidak ada obat bagi fitnah kecuali sabar. Sabar merupakan penempa seseorang dan pembersih dirinya dari dosa sebagaimana pembakaran merupakan tempaan untuk menghasilkan perhiasan emas dan perak. Fitnah itu tempaan untuk menghasilkan seorang mukmin yang jujur.
6-Bertaubat dan kembali kepada Allah saat terjadinya fitnah.Segera melakukan ketaatan.Sesungguhnya menyibukkan diri dengan ketaatan dan bersegera menuju peribadatan kepada Allah saat fitnah akhir zaman merupakan faktor besar yang mendukung seorang mukmin bisa teguh di jalan Allah SWT. Nabi Muhammad SAW juga berpesan kepada umatnya segera melakukan amal saleh saat terjadi fitnah.
Bagaimana sikap para sahabat menghadapi fitnah yg ditunjukan ketika perang badar.Sikap mereka itu bukti atas kejujuran dan keteguhan iman mereka dalam memegang perentah Allah dan Rasulnya.Maka itulah allah menjaga dan mengukuhkan agamanya.
Terdapat pelajaran dan nasihat yg sangat bermanfaat disebalik cubaan besar yg menimpa kaum muslim dalam perang uhud.Kalau bukan kerana Allah menyelamatkan dan menjaganya nabi saw sehingga beliau dapat menyempurnakan risalahNya nescaya beliau telah gugur dimedan perang.
Demikian juga sikap yang ditunjukan oleh Abu Bakar As Shiddiq ketika peristiwa hudaibiyah,sikap Abdullah bin umar,Imam ahmad bin hanbal,Imam hasan bin ali,Syaikhul islam ibnu Taimiyah,Muhammad bin Abdul Wahab,dalam menanggani ombak perpecahan dan fitnah yg besar dizamannya.Tiada jalan lain bagi mereka ialah kembali kepada Al-Quran dan sunnah.
Dari Malik, sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda: “Aku tinggalkan kepada kamu dua perkara yang kamu tidak akan tersesat selamanya selama berpegang teguh dengan keduanya iaitu Kitabullah dan Sunnah Nabi ” (Muwatta’ Malik No: 1661 Dar Ihya Ulum Arabiyyah) Status: Hadis Sahih
Catatan : Ibnu Majid
